Ada Cinta di Facebook (part 4)

       Hemn… cinta itu memang seperti angin, selalu datang tanpa diduga dan tak dapat dilihat tapi bisa dirasakan. Seperti itulah yang aku alami sekarang ini sejak mengenal Novita, cinta itu tiba-tiba datang menghampiriku. Terkadang setiap ada waktu jika aku libur kerja, kami biasa bertemu dengan alasan yang sama tentang film hehehe. Sekarang adalah bulan ketiga aku bekerja sebagai Operator warnet, dan bulan ini adalah bulan terakhir aku bekerja karena aktifitas kuliah sudah dimulai dan orang tua ku menyuruhku untuk berhenti dan focus kuliah saja. Bulan ini juga akan terasa berat bagiku karena pacarku Reni akan liburan selama satu minggu di Bali. Aneh… pacar yang berada jauh kini akan datang tapi hatiku merasa sangat berat. Mungkin karena tak ada cinta dihatiku untuknya yang membuat terasa berat untuk melewati hari bersamanya.
Sekarang aktifitasku Cuma kuliah aja dan tinggal menghitung hari Reni bakalan datang ke Bali. Aku berfikir bagaimana jika Reni tau tentang Novita kalau aku sering smsan dengannya dan bagaimana aku bisa sms Novita saat Reni disini. Fiuuhhh.. membingungkan memang tapi ya jalanin saja nanti.

       Hari ini Reni akan datang, dia menyuruhku untuk menjemputnya di terminal. Dan sekarang aku akan berangkat menuju terminal. Sampai di terminal aku menunggunya sekitar setengah jam, saat bertemu dengannya aku hanya tersenyum… , tersenyum hampa karena yang hatiku ingin temui bukan dia. Aku langsung nganterin dia ke rumah tantenya karena dia akan menginap disana. 1 hal yang aku dapat mengerti dari keadaan ini adalah ternyata cinta memang dapat membuat segalanya terasa berbeda bahkan tersenyum pun terasa hampa tanpa ada cinta.

       Selama dia disini aku hanya menemani dia jalan-jalan, dia ingin kemana aku turutin saja. Dan setiap aku ada waktu aku sempatkan untuk sms Novita hanya untuk sekedar nanya kabarnya dia aja. Karena aku kepikiran Novita meskipun saat bersama Reni. Rencananya hari ini aku akan pergi jalan-jalan ke Dreamland bersama Reni dan sahabatku Adi. Tapi di tengah perjalanan aku berubah pikiran karena aku dulu sudah pernah ke Dreamland , aku putuskan untuk ke Pantai Padang-Padang yang masih berada di bukit Pecatu juga. Sampai di pantai Padang-padang harusnya aku senang karena pertama kali datang kesana dan tempatnya indah tapi aku baru ingat kalau Novita pernah datang kesini dengan pacarnya. Emang sch Novita tidak pernah cerita tapi aku pernah liat fotonya di FB yang di Pantai Padang-Padang.

       Aku jadi tidak bisa menikmati jalan-jalanku ini, karena hatiku dihantui oleh rasa cemburu, teringat akan Novita yang pernah ke Pantai Padang-Padang juga bersama pacarnya. Huwfff….. sore pun akan tenggelam bersama sang mentari yang telah lelah bersinar dan kami bertiga pun bergegas untuk pulang. Dan dalam hati aku berjanji pada diriku untuk tidak mau datang ke pantai ini lagi dan tidak mau dengar tentang Pantai Padang-Padang karena Cuma bikin hati panas saja.

       Seperti biasa setiap aku ada waktu sedikit apapun, aku pasti luangkan waktu untuk sms Novita. Aku belum cerita tentang statusku pada Novita jadi aku tidak bisa cerita tentang aktifitas yang aku lakukan sekarang nanti dia bisa kaget. Aku berencana akan memberikan hadiah handphone pada Reni menggunakan gaji yang aku dapatkan. Itu aku lakukan bukan karena besarnya rasa cintaku melainkan besarnya rasa bersalahku karena aku tak bisa mencintainya meski sudah aku coba berkali-kali. Dan juga untuk membalas kebaikannya selama ini kepadaku. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuknya, aku tidak bisa mengorbankan hatiku untuk berpura-pura mencintainya terus-terusan. Meski rencana awal aku kerja bukanlah untuk membelikannya Hp, rencana awal kerja hanya untuk menghidar darinya saja.

       Seperti rencanaku, malam mini aku membelikannya Hp. Adi sempat tidak setuju dengan tindakanku ini dia merasa heran, karena dia tau aku tidak cinta sama Reni tapi kenapa aku sampai belain membelikannya Hp. Tapi aku hanya mendengarkan kata hatiku, karena hatiku yang paling tau yang perlu aku lakukan. Saat memberikannya dia terlihat senang, meski ini bukan surprise karena aku sudah cerita sebelumnya pada Reni. Bagi Reni aku bukanlah cowok yang romantis, yang bisa memberikannya puisi cinta atau membuat kejutan-kejutan. Disaat aku memberikannya Hp itu, aku berkata dalam hati Maaf… aku tidak bisa memberikan hatiku padamu, sudah aku coba tapi hatiku tidak bisa mencintaimu hanya mampu menyayangimu seperti saudara” .

       Hari ini adalah hari terakhir Reni di Bali dan aku akan mengantarnya ke terminal sekarang. Setelah dia balik aku merasa seperti seorang tahanan yang baru saja lepas dari bui. Sekarang Reni udah gak disini dan aku pun tidak kerja lagi jadi aku punya banyak waktu untuk bisa bertemu dengan Novita, tapi itu pun dengan alasan-alasan tertentu seperti minta film misalnya hehehe, untuk mengajak dia bertemu. Aku tidak cukup berani untuk to the point ngajak dia jalan. Dan biasanya selalu ada Rasty yang menemaninya. Aku sch tidak pernah keberatan dengan hal itu karena kalo berdua aku bisa jadi grogi, terkadang aku pun juga ngajak sahabatku Adi.

       Hari ini hari minggu aku Cuma di rumah aja sambil smsan sama Novita.Dan tiba-tiba waktu sms Novita akhirnya bertanya tentang statusku, apakah aku punya pacar atau tidak. Aku bingung harus jawab gimana, kalau aku jujur bilang kalau sudah punya pacar aku takut dia malah akan menjauh dariku. Kutanya hatiku dan hatiku mengatakan “lebih baik jujur karena sesuatu yang indah itu di mulai dengan kejujuran” . Dan aku putuskan untuk jujur padanya dengan mengambil resiko yang ada.

       Aku langsung telpon karena akan lebih baik kalau mengatakannya lewat telpon daripad sms. Saat aku bilang tentang keadaanku yang sebenarnya, Novita terdiam dia seperti kaget tentang apa yang barusan didengarnya. Dan aku pun mencoba memecah suasana dengan mencoba ngbrol bahas yang lain. Beberapa hari kemudian ketika sedang smsan Novita bertanya padaku “Kenapa kok waktu ini Yudhi gak nanya balik, tentang statusnya Novita?” , aku pun langsung nelpon dia dan bertanya seperti dia inginkan. Dan dia pun memberitahukan tentang statusnya dia. Setelah itu aku berkata pada Novita “ sebenarnya yudhi udah tau makanya gak nanya balik waktu ini” . Aku pun memberitahukan pada Novita bahwa aku sudah lama tau akan statusnya. Dan Novita bertanya “terus kenapa malah tidak menjauhi Novita dan malahan selalu bersikap baik?” . Aku pun akhirnya jujur pada Novita , aku ungkapkan tentang perasaanku yang selama ini kupendam untuknya. Dan ternyata dia pun punya perasaan yang sama kepadaku, dan selama ini Novita ternyata tahu tentang perasaanku. Dia bisa merasakannya dari puisi-pusi yang aku posting di FB selama ini.

       Ternyata benar yang aku pikirkan, jika aku posting puisi-puisiku yang merupakan curahan hatiku di FB dan jika Novita merasakan hal yang sama padaku dia akan merasa bahwa puisiku itu untuk dia. Aku senang ternyata perasaanku yang terpendam terbalas sempurna karena dia merasakan hal yang sama. Tapi ironinya kami tidak bisa seperti kebanyakan orang, kami hanya bisa seperti ini tidak bisa melanjutkan hubungan yang lebih meskipun sangat ingin karena status kami masing-masing sudah punya pacar. Dan itu menjadi tembok penghalang yang sangat besar dalam kisah cinta kami. Kami sama-sama saling mencintai tapi kami sama-sama punya pacar yang Long Distance dan sama-sama tidak bisa jujur terhadap pasangan masing-masing. Sungguh ironi rasanya….<bersambung di part 5>

Posted by Sang Pemimpi | at 2/11/2011

2 komentar:

shining star mengatakan...

Hemn,..beliin hp karena hanya ingin membalas kebaikan,..
Gak masuk akal loh,..itu malah membuat dy salah ngerti,..hohohoho

Sang Pemimpi mengatakan...

Iya emank ..
siapapun jg pasti bkal slh ngerti jdinya...
tp si tokoh utamanya pemikirannya emank beda...


Silakan Bekomentar.!!!


Semakin banyak berkomentar, semakin banyak backlink, semakin cinta Search Engine terhadap blog anda
:a:
:b:
:c:
:1: :2: :3: :4: :5: :6:
:7: :8: :9: :10: :11: :12:

Posting Komentar